Perlu Bantuan? Hubungi saja: 08777 1330 879 (WA/Telegram) / email@aphonixplaza.com (E-mail) atau klik 'Hubungi Kami'

Ayat-ayat Cinta 2 (AAC 2) - Sebuah Novel Pembangun Jiwa

Penulis: Habiburrahman El Shirazy - Penerbit: Republika Penerbit

Ayat-ayat Cinta 2 (AAC 2) - Sebuah Novel Pembangun Jiwa
Ayat-ayat Cinta 2 (AAC 2) - Sebuah Novel Pembangun Jiwa Ayat-ayat Cinta 2 (AAC 2) - Sebuah Novel Pembangun Jiwa
Merk: Republika
Kode Produk: RPBL AAC 2
Ketersediaan: Tersedia
Harga: Rp95.000
Dimensi: 13,50cm X 20,50cm (pxl)
Berat/Weight: 500g

Pilihan yang tersedia


Sampul AAC 2:

Jml:     - ATAU -   Tambah ke Favorit
Bandingkan
0 (0/5)  0 ulasan  |  Tulis ulasan
Sekuel MegaBestSeller Nasional. Difilmkan Desember 2017
 
SINOPSIS

Fahri masih tak lelah untuk mencari Aisha, istrinya. Kepergian Aisha bersama salah seorang sahabatnya ke Palestina, terus digali informasinya oleh Fahri. Sayangnya, info yang didapatkan justru mengabarkan bahwa Aisha tewas bersama rekannya itu akibat serangan tentara Israel. Jenazah rekannya berhasil diidentifikasi, sementara belum ada bukti jasad Aisha.

Di saat-saat mencari dan terus mencari informasi, ia bertemu dengan sosok Keira tetangga rumahnya di Stoneyhill Grove, dan pandai bermain biola. Caranya bermain mengingatkannya pada Aisha.

Di saat bersamaan, ia juga bertemu dengan Hulya, adik perempuan dari teman Fahri yang bernama Ozan. Hulya juga pandai bermain biola. Kolaborasi antara Heira dan Hulya, membuat Fahri seolah menyaksikan Aisha ada di dekatnya.

Tapi, Fahri tak mudah menaklukkan hati Keira yang keras. Keira bahkan menuduh Fahri dan umat Islam sebagai pembunuh ayahnya yang tewas akibat bom London. Akibat kematian ayahnya itu, cita-cita Keira untuk menjadi seorang pemain biola terkenal menemui rintangan.

Ujian tak berhenti di situ. Jason, adik Keira, juga turut mendukung sikap kakaknya yang menuduh umat Islam sebagai pelaku terorisme. Cita-citanya untuk menjadi pemain bola seperti Gary Lineker, bisa membuatnya gagal. Karena itu, Jason mencuri sejumlah barang milik Fahri yang ada di minimarket Agnina. Namun, ia tertangkap basah oleh Fahri.

Reaksi negatif kepada Fahri, terus berlanjut. Baruch, anak tiri dari Nenek Catarina yang beragama Yahudi, selalu merongrongnya. Ia menuduh Fahri dan umat Islam sebagai kaum amalek, yakni orang-orang bodoh seperti keledai. Fahri pun ditantang untuk berduel, baik secara fisik maupun melalui debat terbuka. Di saat bersamaan, Fahri juga harus mempersiapkan dirinya untuk melayani debat orang-orang pintar di Oxford Debating Union, sebuah forum debat terbuka yang digelar di Oxford of University.

Fahri yang memerlukan seorang pendamping untuk mengisi hari-harinya dalam balutan kasih, mendapat dukungan positif dari Syaikh Utsman, gurunya sewaktu di Mesir. Syaikh Utsman pun menawarkan cucunya yang bernama Yasmin kepada Fahri untuk diperistri. Selain hafal Al-Qur’an, Yasmin juga cantik dan cerdas. Ia bahkan telah menyelesaikan sekolah pascasarjana.

Kecantikannya, sikapnya, dan kecerdasannya membuat Fahri merindukan Aisha.
Ia pun terus mencari Aisha. Tapi ia belum menemukan keberadaannya. Di saat dirinya dan umat Islam di Edinburgh sedang bersemangat menggelorakan semangat Islam, Fahri dihadapkan pada kenyataan. Umat Islam dituding sebagai kelompok miskin dan menjadi peminta-minta. Hal itu dimuat di sejumlah harian di Inggris dan Skotlandia. Ia pun mencari sosok pengemis miskin dengan wajah buruknya yang menjadi headline di sejumlah media setempat.

Pengemis wanita bernama Sabina yang berwajah buruk dan selalu ditutupi dengan cadar itu benar-benar membuat Fahri bekerja ekstra keras untuk menunjukkan wajah Islam yang toleran, damai, dan penyayang. Sayangnya, Sabina tak punya tanda identitas diri. Jari-jari tangannya pun melepuh akibat kebakaran kompor yang terjadi di rumah Fahri. Kondisi itu menambah sulit bagi Fahri untuk memintanya melakukan tes sidik jari. Dan ketika tangan Sabina sudah mulai membaik, ia justru pergi lagi dari rumah Fahri.

Ke mana Sabina pergi? Siapa dan dari mana dia berasal? Kenapa wajahnya yang buruk itu selalu ditutupi cadar? Akankah ia jadi menikah dengan Paman Hulusi, sopir pribadi Fahri?

Bagaimana nasib Jason, akankah ia sukses menjadi pemain sepak bola ternama? Dan akankah Keira sukses memenangkan kompetisi biola di Italia?

Lalu bagaimana pula dengan Fahri? Akankah ia bertemu dengan Aisha, istrinya? Mampukah ia mengungkap jati diri Sabina? Apakah Fahri berhasil memenangkan debat di forum Oxford Debating Union?

Banyak romantisme, perjuangan, dan konflik. Fahri benar-benar tertantang untuk menunjukkan wajah Islam yang lembut, damai, penuh kasih, toleran, dan rahmatan lil alamin. Novel Ayat-Ayat Cinta (AAC) 2 ini benar-benar mengaduk-aduk perasaan.

Data
Terbit Desember 2015
Penulis Habiburrahman El Shirazy
Penerbit Republika Penerbit
ISBN 9786020822150
Tebal 500 Halaman
Sampul Softcover

Tulis ulasan

Nama Kamu:


Ulasanmu: Catatan: HTML tidak diterjemahkan!

Rating: Buruk           Bagus

Masukkan kode verifikasi berikut:



Info

Sekuel MegaBestSeller Nasional. Difilmkan Desember 2017
 
SINOPSIS

Fahri masih tak lelah untuk mencari Aisha, istrinya. Kepergian Aisha bersama salah seorang sahabatnya ke Palestina, terus digali informasinya oleh Fahri. Sayangnya, info yang didapatkan justru mengabarkan bahwa Aisha tewas bersama rekannya itu akibat serangan tentara Israel. Jenazah rekannya berhasil diidentifikasi, sementara belum ada bukti jasad Aisha.

Di saat-saat mencari dan terus mencari informasi, ia bertemu dengan sosok Keira tetangga rumahnya di Stoneyhill Grove, dan pandai bermain biola. Caranya bermain mengingatkannya pada Aisha.

Di saat bersamaan, ia juga bertemu dengan Hulya, adik perempuan dari teman Fahri yang bernama Ozan. Hulya juga pandai bermain biola. Kolaborasi antara Heira dan Hulya, membuat Fahri seolah menyaksikan Aisha ada di dekatnya.

Tapi, Fahri tak mudah menaklukkan hati Keira yang keras. Keira bahkan menuduh Fahri dan umat Islam sebagai pembunuh ayahnya yang tewas akibat bom London. Akibat kematian ayahnya itu, cita-cita Keira untuk menjadi seorang pemain biola terkenal menemui rintangan.

Ujian tak berhenti di situ. Jason, adik Keira, juga turut mendukung sikap kakaknya yang menuduh umat Islam sebagai pelaku terorisme. Cita-citanya untuk menjadi pemain bola seperti Gary Lineker, bisa membuatnya gagal. Karena itu, Jason mencuri sejumlah barang milik Fahri yang ada di minimarket Agnina. Namun, ia tertangkap basah oleh Fahri.

Reaksi negatif kepada Fahri, terus berlanjut. Baruch, anak tiri dari Nenek Catarina yang beragama Yahudi, selalu merongrongnya. Ia menuduh Fahri dan umat Islam sebagai kaum amalek, yakni orang-orang bodoh seperti keledai. Fahri pun ditantang untuk berduel, baik secara fisik maupun melalui debat terbuka. Di saat bersamaan, Fahri juga harus mempersiapkan dirinya untuk melayani debat orang-orang pintar di Oxford Debating Union, sebuah forum debat terbuka yang digelar di Oxford of University.

Fahri yang memerlukan seorang pendamping untuk mengisi hari-harinya dalam balutan kasih, mendapat dukungan positif dari Syaikh Utsman, gurunya sewaktu di Mesir. Syaikh Utsman pun menawarkan cucunya yang bernama Yasmin kepada Fahri untuk diperistri. Selain hafal Al-Qur’an, Yasmin juga cantik dan cerdas. Ia bahkan telah menyelesaikan sekolah pascasarjana.

Kecantikannya, sikapnya, dan kecerdasannya membuat Fahri merindukan Aisha.
Ia pun terus mencari Aisha. Tapi ia belum menemukan keberadaannya. Di saat dirinya dan umat Islam di Edinburgh sedang bersemangat menggelorakan semangat Islam, Fahri dihadapkan pada kenyataan. Umat Islam dituding sebagai kelompok miskin dan menjadi peminta-minta. Hal itu dimuat di sejumlah harian di Inggris dan Skotlandia. Ia pun mencari sosok pengemis miskin dengan wajah buruknya yang menjadi headline di sejumlah media setempat.

Pengemis wanita bernama Sabina yang berwajah buruk dan selalu ditutupi dengan cadar itu benar-benar membuat Fahri bekerja ekstra keras untuk menunjukkan wajah Islam yang toleran, damai, dan penyayang. Sayangnya, Sabina tak punya tanda identitas diri. Jari-jari tangannya pun melepuh akibat kebakaran kompor yang terjadi di rumah Fahri. Kondisi itu menambah sulit bagi Fahri untuk memintanya melakukan tes sidik jari. Dan ketika tangan Sabina sudah mulai membaik, ia justru pergi lagi dari rumah Fahri.

Ke mana Sabina pergi? Siapa dan dari mana dia berasal? Kenapa wajahnya yang buruk itu selalu ditutupi cadar? Akankah ia jadi menikah dengan Paman Hulusi, sopir pribadi Fahri?

Bagaimana nasib Jason, akankah ia sukses menjadi pemain sepak bola ternama? Dan akankah Keira sukses memenangkan kompetisi biola di Italia?

Lalu bagaimana pula dengan Fahri? Akankah ia bertemu dengan Aisha, istrinya? Mampukah ia mengungkap jati diri Sabina? Apakah Fahri berhasil memenangkan debat di forum Oxford Debating Union?

Banyak romantisme, perjuangan, dan konflik. Fahri benar-benar tertantang untuk menunjukkan wajah Islam yang lembut, damai, penuh kasih, toleran, dan rahmatan lil alamin. Novel Ayat-Ayat Cinta (AAC) 2 ini benar-benar mengaduk-aduk perasaan.

Data

Data
Terbit Desember 2015
Penulis Habiburrahman El Shirazy
Penerbit Republika Penerbit
ISBN 9786020822150
Tebal 500 Halaman
Sampul Softcover

Ulasan (0)

Tulis ulasan

Nama Kamu:


Ulasanmu: Catatan: HTML tidak diterjemahkan!

Rating: Buruk           Bagus

Masukkan kode verifikasi berikut:



Promo

PROMO -35%

Perpajakan - Edisi Terbaru 2016
Rp110.000 Rp71.500

PROMO -25%

Perpajakan - Edisi Terbaru 2018
Rp128.500 Rp96.375
Perlu Bantuan? Hubungi saja: 08777 1330 879 (WA/Telegram) / email@aphonixplaza.com (E-mail) atau klik 'Hubungi Kami'

Hak Cipta oleh Aphonixplaza.com © 2018
RS: CsillámVilág | Tema: Yoocart