๐Ÿ’ฌ INFO: Sehubungan Libur & Cuti Bersama Hari Raya Idul Fitri, layanan pelanggan akan kembali optimal pada 19 Juni 2018. ๐Ÿ’ฌ BARU! Kini telah ditambahkan fitur Diskusi Produk via Disqus. Mari berdiskusi dengan sehat & bijak guna kepentingan bersama :) ๐Ÿ’ฌ INFO: REKRUTMEN RESELLER AFILIASI 31 Mei - 7 Juni 2018. Klik 'Hubungi Kami' atau via Email email@aphonixplaza.com dgn Subjek 'Rekrutmen Reseller Afiliasi'. ๐Ÿ’ฌ INFO: Tampilan baru Aphonixplaza sekaligus mengumumkan lansir VERSI 2 ๐Ÿ’ฌ BARU! Kini Aphonixplaza hadir di Instagram! ๐Ÿ’ฌ BARU! Kini kontak Aphonixplaza aktif di Telegram

๐Ÿ“ž Perlu Bantuan? Hubungi saja: 08777 1330 879 (WA/Telegram) / email@aphonixplaza.com atau klik Hubungi Kami ๐Ÿ“ž

๐Ÿ’  Selamat Hari Raya Idul Fitri 1439 H ๐Ÿ’  Mohon Maaf Lahir & Batin ๐Ÿ™

Bidadari-bidadari Surga

Penulis: Tere Liye - Penerbit: Republika Penerbit

Bidadari-bidadari Surga
Merk: Republika
Kode Produk: RPBL TL BBS
Ketersediaan: Tersedia
Harga: Rp47.500 Rp42.750 (10% OFF)
Dimensi: 13,50cm X 20,50cm (pxl)
Berat/Weight: 300g
Jml:     - ATAU -   Tambah ke Favorit
Bandingkan
0 (0/5)  0 ulasan  |  Tulis ulasan

BEST SELLER

DIfilmkan pada 2012

 

"Ini adalah kisah yang menawarkan keharuan karena cinta. Namun ini bukan keharuan cinta segitiga, segiempat, atau segilima yang seringkali memojokkan kita pada sekadar aksi rebutan perasaan antara laki-laki dan sejumlah perempuan - ataupun sebaliknya. Inilah keharuan yang kita butuhkan untuk menyemai cinta agar tumbuh sebagai pohon surga - tempat para bidadarinya mengukir senyum memesona. Inilah keharuan yang telah memposisikan desa tidak lagi sebagai subordinat atas kota, bahkan dunia, melainkan sebagai pusat kearifan dan sumber nilai kemanusiaan yang hakiki. Inilah keharuan yang dibalur oleh akurasi yang anggun-matang, bersih, dan - karenanya - membius. Inilah keharuan yang memantulkan cerlang pengalaman dalam kombinasi yang canggih: kesiapan mencerap dan kesiapan mengisahkan penulisnya. Inilah keharuan, juga air mata, yang mesti kita dapatkan untuk mengisi kantong emosi cinta kita yang - mungkin - sudah bolong-bolong...."

---Muhammad Yulius, Pemimpin Redaksi Majalah Annida

"Indah, realistis, dan filosofis. Berbeda dengan karakter kebanyakan novel yang selalu sempurna seperti telenovela, kisah novel ini sebaliknya amat sederhana, yang tidak saja menguatkan seluruh cerita tapi juga menciptakan sentuhan sentimentil bagi pembaca. Pesan kisah ini luar biasa. Mengajarkan kita tentang kebahagiaan sejati yang hanya bisa diperoleh jika kita sungguh-sungguh mencintai orang lain serta selalu bersyukur atas masa lalu, hari ini, dan masa depan...."

---Dian IKS, CERAM-European School of Business, Sophia Antipolis-France

 

SINOPSIS

Novel ini mengisahkan pengorbanan seorang kakak (Laisa) untuk adik-adiknya (Dalimunte, Ikanuri, Wibisana dan Yashinta) di Lembah Lahambay. Meski untuk itu, ia harus berhenti sekolah sejak kelas 4 SD, bekerja di terik matahari setiap hari, mengolah gula aren setiap jam 4 pagi serta di malam hari menganyam rotan, meski pada dasarnya keempat adik-adiknya tersebut berasal dari darah yang berbeda dengan dirinya. Pengorbanan dan ketulusan Laisa ini akhirnya menghantarkan kesuksesan bagi keempat orang adik tirinya itu.

Namun setelah banyak pengorbanan dan jasa-jasa yang Ia lakukan, masih begitu banyak masalah yang harus dihadapi Laisa, mulai dari tak seorang pun yang mau menikahinya, gunjingan orang-orang tentang ia yang dilintasi adik-adiknya, tentang penyakit kanker yang dideritanya dan masih banyak lagi dan semua itu hanya dijawab Laisa dengan senyuman dan keyakinan bahwa hidup, mati, rezeki dan jodoh ada di tangan Allah.


----------

Tere Liye. Suami dari Riski Amelia dan ayah dari Abdullah Pasai ini lahir 21 Mei 1979. Sarjana Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia ini merupakan penulis muda produktif dan best seller. Hingga saat ini sudah 17 buku diterbitkan, dan semuanya best seller. Tidak seperti penulis umumnya, Tere memilih untuk menghindar dan menutupi kehidupan pribadinya. Ia ingin masyarakat lebih mengenal karyanya, bukan penulisnya.

Data
Terbit Jakarta, 2008
Penulis Tere Liye
Penerbit Republika Penerbit
ISBN 978-602-9888-36-2
Tebal vi+368 hal.
Sampul Softcover

Tulis ulasan

Nama Kamu:


Ulasanmu: Catatan: HTML tidak diterjemahkan!

Rating: Buruk           Bagus

Masukkan kode verifikasi berikut:



Info

BEST SELLER

DIfilmkan pada 2012

 

"Ini adalah kisah yang menawarkan keharuan karena cinta. Namun ini bukan keharuan cinta segitiga, segiempat, atau segilima yang seringkali memojokkan kita pada sekadar aksi rebutan perasaan antara laki-laki dan sejumlah perempuan - ataupun sebaliknya. Inilah keharuan yang kita butuhkan untuk menyemai cinta agar tumbuh sebagai pohon surga - tempat para bidadarinya mengukir senyum memesona. Inilah keharuan yang telah memposisikan desa tidak lagi sebagai subordinat atas kota, bahkan dunia, melainkan sebagai pusat kearifan dan sumber nilai kemanusiaan yang hakiki. Inilah keharuan yang dibalur oleh akurasi yang anggun-matang, bersih, dan - karenanya - membius. Inilah keharuan yang memantulkan cerlang pengalaman dalam kombinasi yang canggih: kesiapan mencerap dan kesiapan mengisahkan penulisnya. Inilah keharuan, juga air mata, yang mesti kita dapatkan untuk mengisi kantong emosi cinta kita yang - mungkin - sudah bolong-bolong...."

---Muhammad Yulius, Pemimpin Redaksi Majalah Annida

"Indah, realistis, dan filosofis. Berbeda dengan karakter kebanyakan novel yang selalu sempurna seperti telenovela, kisah novel ini sebaliknya amat sederhana, yang tidak saja menguatkan seluruh cerita tapi juga menciptakan sentuhan sentimentil bagi pembaca. Pesan kisah ini luar biasa. Mengajarkan kita tentang kebahagiaan sejati yang hanya bisa diperoleh jika kita sungguh-sungguh mencintai orang lain serta selalu bersyukur atas masa lalu, hari ini, dan masa depan...."

---Dian IKS, CERAM-European School of Business, Sophia Antipolis-France

 

SINOPSIS

Novel ini mengisahkan pengorbanan seorang kakak (Laisa) untuk adik-adiknya (Dalimunte, Ikanuri, Wibisana dan Yashinta) di Lembah Lahambay. Meski untuk itu, ia harus berhenti sekolah sejak kelas 4 SD, bekerja di terik matahari setiap hari, mengolah gula aren setiap jam 4 pagi serta di malam hari menganyam rotan, meski pada dasarnya keempat adik-adiknya tersebut berasal dari darah yang berbeda dengan dirinya. Pengorbanan dan ketulusan Laisa ini akhirnya menghantarkan kesuksesan bagi keempat orang adik tirinya itu.

Namun setelah banyak pengorbanan dan jasa-jasa yang Ia lakukan, masih begitu banyak masalah yang harus dihadapi Laisa, mulai dari tak seorang pun yang mau menikahinya, gunjingan orang-orang tentang ia yang dilintasi adik-adiknya, tentang penyakit kanker yang dideritanya dan masih banyak lagi dan semua itu hanya dijawab Laisa dengan senyuman dan keyakinan bahwa hidup, mati, rezeki dan jodoh ada di tangan Allah.


----------

Tere Liye. Suami dari Riski Amelia dan ayah dari Abdullah Pasai ini lahir 21 Mei 1979. Sarjana Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia ini merupakan penulis muda produktif dan best seller. Hingga saat ini sudah 17 buku diterbitkan, dan semuanya best seller. Tidak seperti penulis umumnya, Tere memilih untuk menghindar dan menutupi kehidupan pribadinya. Ia ingin masyarakat lebih mengenal karyanya, bukan penulisnya.

Data

Data
Terbit Jakarta, 2008
Penulis Tere Liye
Penerbit Republika Penerbit
ISBN 978-602-9888-36-2
Tebal vi+368 hal.
Sampul Softcover

Ulasan (0)

Tulis ulasan

Nama Kamu:


Ulasanmu: Catatan: HTML tidak diterjemahkan!

Rating: Buruk           Bagus

Masukkan kode verifikasi berikut:



๐Ÿ“ž Perlu Bantuan? Hubungi saja: 08777 1330 879 (WA/Telegram) / email@aphonixplaza.com atau klik Hubungi Kami ๐Ÿ“ž

Hak Cipta oleh Aphonixplaza.com © 2018
RS: CsillรกmVilรกg | Tema: Yoocart