💬 INFO: Sehubungan Libur & Cuti Bersama Hari Raya Idul Fitri, layanan pelanggan akan kembali optimal pada 19 Juni 2018. 💬 BARU! Kini telah ditambahkan fitur Diskusi Produk via Disqus. Mari berdiskusi dengan sehat & bijak guna kepentingan bersama :) 💬 INFO: REKRUTMEN RESELLER AFILIASI 31 Mei - 7 Juni 2018. Klik 'Hubungi Kami' atau via Email email@aphonixplaza.com dgn Subjek 'Rekrutmen Reseller Afiliasi'. 💬 INFO: Tampilan baru Aphonixplaza sekaligus mengumumkan lansir VERSI 2 💬 BARU! Kini Aphonixplaza hadir di Instagram! 💬 BARU! Kini kontak Aphonixplaza aktif di Telegram

📞 Perlu Bantuan? Hubungi saja: 08777 1330 879 (WA/Telegram) / email@aphonixplaza.com atau klik Hubungi Kami 📞

💠 Selamat Hari Raya Idul Fitri 1439 H 💠 Mohon Maaf Lahir & Batin 🙏

Cahaya di Penjuru Hati

Penulis: Alberthiene Endah - Penerbit: Penerbit Andi

Cahaya di Penjuru Hati
Merk: Andi Offset
Kode Produk: ANDI CDPH
Ketersediaan: Tersedia
Harga: Rp98.000 Rp73.500 (25% OFF)
Dimensi: 15cm X 21cm (pxl)
Berat/Weight: 538g
Jml:     - ATAU -   Tambah ke Favorit
Bandingkan
0 (0/5)  0 ulasan  |  Tulis ulasan

Based On True Story by Alberthiene Endah

Alberthiene Endah : Penulis Mimpi Sejuta Dolar (Merry Riana), Athirah, & Menyentuh Jakarta (Joko Widodo)

Sinopsis :

Gondo berada di lorong hening. Ia tak melihat ujung, tak juga melihat kebuntuan. Yang ia lihat hanyalah dinding yang menghimpit. Mengepungnya dan memberi pesan yang sangat jelas: geraknya terbatas. Ia memang masih bisa berjalan. Menapaki harapan. Melangkah lurus menyusuri lorong yang tak pernah ia tahu ujungnya. Akan tetapi ia tak bisa mengambil arah yang berbeda. Tak bisa berkelit. Tak bisa memutar. Berjalan saja ke depan, bersekutu dengan harapan. Satu-satunya yang ia yakini masih ada, kepercayaan bahwa Tuhan sedang mendengarnya.

Itu yang ia rasakan ketika menatap perempuan yang paling dicintainya, Lili. Istrinya bukan lagi berupa perempuan dengan senyum penuh dan mata yang berkerjab indah. Lili tertidur. Atau lebih tepatnya tak sadarkan diri. Selang-selang medis menancap di tubuhnya. Peralatan kedokteran menghasilkan satu-satunya bunyi di ruang ICU. Selebihnya hanya bunyi napas perempuan itu. Amoniak telah meracuni tubuhnya dan mencabiknya dengan kekuatan yang tak terlihat. Seluruh organ tubuh dibuat tak berdaya. Kekuatan otak dilumat. Begitu dahsyatnya siksaan itu hingga perempuan indah yang begitu hidup itu kemudian lunglai. Tak menyentuh lagi dunia. Tidak tatapannya. Tidak kesadarannya. Ia telah sangat berjarak dengan dunia. Dokter mengatakan, istrinya koma.

Gondo kini mematung. Ia dihadapkan pada kenyataan, waktunya bukan lagi sesuatu yang powerful. Waktu yang ia miliki untuk merentangkan harapan begitu lemah. Bahkan ia tak bisa banyak berbuat di tengah waktu yang sempit itu. Ia hanya bisa berharap. Dokter mengatakan sesuatu yang sangat pahit. Kemungkinan hidup istrinya tinggal beberapa persen saja. Amoniak dengan keji terus meluluhlantakkan semua oragn karena fungsi hati yang telah lumpuh. Di dalam waktu yang sempit itu satu-satunya senjata yang bisa ia kerahkan hanyalah…harapan.

Data
Terbit 2017
Penulis Alberthiene Endah
Penerbit Penerbit Andi
ISBN 978-979-29-66
Tebal 448 halaman
Edisi, Cetakan I, 1st Published

Tulis ulasan

Nama Kamu:


Ulasanmu: Catatan: HTML tidak diterjemahkan!

Rating: Buruk           Bagus

Masukkan kode verifikasi berikut:



Info

Based On True Story by Alberthiene Endah

Alberthiene Endah : Penulis Mimpi Sejuta Dolar (Merry Riana), Athirah, & Menyentuh Jakarta (Joko Widodo)

Sinopsis :

Gondo berada di lorong hening. Ia tak melihat ujung, tak juga melihat kebuntuan. Yang ia lihat hanyalah dinding yang menghimpit. Mengepungnya dan memberi pesan yang sangat jelas: geraknya terbatas. Ia memang masih bisa berjalan. Menapaki harapan. Melangkah lurus menyusuri lorong yang tak pernah ia tahu ujungnya. Akan tetapi ia tak bisa mengambil arah yang berbeda. Tak bisa berkelit. Tak bisa memutar. Berjalan saja ke depan, bersekutu dengan harapan. Satu-satunya yang ia yakini masih ada, kepercayaan bahwa Tuhan sedang mendengarnya.

Itu yang ia rasakan ketika menatap perempuan yang paling dicintainya, Lili. Istrinya bukan lagi berupa perempuan dengan senyum penuh dan mata yang berkerjab indah. Lili tertidur. Atau lebih tepatnya tak sadarkan diri. Selang-selang medis menancap di tubuhnya. Peralatan kedokteran menghasilkan satu-satunya bunyi di ruang ICU. Selebihnya hanya bunyi napas perempuan itu. Amoniak telah meracuni tubuhnya dan mencabiknya dengan kekuatan yang tak terlihat. Seluruh organ tubuh dibuat tak berdaya. Kekuatan otak dilumat. Begitu dahsyatnya siksaan itu hingga perempuan indah yang begitu hidup itu kemudian lunglai. Tak menyentuh lagi dunia. Tidak tatapannya. Tidak kesadarannya. Ia telah sangat berjarak dengan dunia. Dokter mengatakan, istrinya koma.

Gondo kini mematung. Ia dihadapkan pada kenyataan, waktunya bukan lagi sesuatu yang powerful. Waktu yang ia miliki untuk merentangkan harapan begitu lemah. Bahkan ia tak bisa banyak berbuat di tengah waktu yang sempit itu. Ia hanya bisa berharap. Dokter mengatakan sesuatu yang sangat pahit. Kemungkinan hidup istrinya tinggal beberapa persen saja. Amoniak dengan keji terus meluluhlantakkan semua oragn karena fungsi hati yang telah lumpuh. Di dalam waktu yang sempit itu satu-satunya senjata yang bisa ia kerahkan hanyalah…harapan.

Data

Data
Terbit 2017
Penulis Alberthiene Endah
Penerbit Penerbit Andi
ISBN 978-979-29-66
Tebal 448 halaman
Edisi, Cetakan I, 1st Published

Ulasan (0)

Tulis ulasan

Nama Kamu:


Ulasanmu: Catatan: HTML tidak diterjemahkan!

Rating: Buruk           Bagus

Masukkan kode verifikasi berikut:



📞 Perlu Bantuan? Hubungi saja: 08777 1330 879 (WA/Telegram) / email@aphonixplaza.com atau klik Hubungi Kami 📞

Hak Cipta oleh Aphonixplaza.com © 2018
RS: CsillámVilág | Tema: Yoocart