💬 INFO: Sehubungan Libur & Cuti Bersama Hari Raya Idul Fitri, layanan pelanggan akan kembali optimal pada 19 Juni 2018. 💬 BARU! Kini telah ditambahkan fitur Diskusi Produk via Disqus. Mari berdiskusi dengan sehat & bijak guna kepentingan bersama :) 💬 INFO: REKRUTMEN RESELLER AFILIASI 31 Mei - 7 Juni 2018. Klik 'Hubungi Kami' atau via Email email@aphonixplaza.com dgn Subjek 'Rekrutmen Reseller Afiliasi'. 💬 INFO: Tampilan baru Aphonixplaza sekaligus mengumumkan lansir VERSI 2 💬 BARU! Kini Aphonixplaza hadir di Instagram! 💬 BARU! Kini kontak Aphonixplaza aktif di Telegram

📞 Perlu Bantuan? Hubungi saja: 08777 1330 879 (WA/Telegram) / email@aphonixplaza.com atau klik Hubungi Kami 📞

💠 Selamat Hari Raya Idul Fitri 1439 H 💠 Mohon Maaf Lahir & Batin 🙏

Ihya Ulumiddin - Menghidupkan Kembali Ilmu-ilmu Agama #5: Bahaya Lisan

Penulis: Imam Al-Ghazali - Penerbit: Republika Penerbit

Ihya Ulumiddin - Menghidupkan Kembali Ilmu-ilmu Agama #5: Bahaya Lisan
Merk: Republika
Kode Produk: RPBL IU 5
Ketersediaan: Tersedia
Harga: Rp110.000 Rp99.000 (10% OFF)
Dimensi: 17cm X 24cm (pxl)
Berat/Weight: 200g
Jml:     - ATAU -   Tambah ke Favorit
Bandingkan
0 (0/5)  0 ulasan  |  Tulis ulasan

BEST SELLER

"Jika semua kitab Islam hilang, dan yang tersisa hanya Ihya 'Ulumiddin, ia dapat mencukupi semua kitab yang hilang tersebut,"
----Imam Nawawi, Ulama dan Penulis kitab Riyadush Shalihin

“Ihya ‘Ulumiddin adalah salah satu karya besar, yang diakui kebesaran pemikiran yang terkandung
di dalamnya”

----Buya Hamka, Ulama dan Penyusun Tafsir Al-Azhar

Buku ini akan menjawab ragam pertanyaan di bawah ini;

  • Sudahkah kita mengenal bahaya yang diakibatkan lisan? Jangan-jangan tanpa kita sadari ada banyak ucapan yang menjerumuskan kita kepada kebinasaan;
  • Sudahkah kita mengenali dan mengelola sikap marah? Jangan-jangan karena ketidaktahuan kita, amarah kita umbar atau sebaliknya disembunyikan;
  • Sudahkah kita menjaga kalbu kita dari sikap dengki? Jangan-jangan kalbu kita sudah dipenuhi sikap senang saat orang lain sengsara dan susah saat orang lain bahagia.

Inilah buku kelima dari sembilan jilid edisi Indonesia kitab Ihya’ ‘Ulumiddin. Sebuah kitab yang meskipun disusun puluhan tahun lalu oleh sang hujjatul Islam  tetapi masih relevan untuk dijadikan referensi di zaman sekarang. Upaya kami menghadirkan kembali mahakarya ini ke hadapan pembaca diiringi harapan, kehadiran buku ini bisa menjadi teman perjalanan dalam setiap usaha kita menggapai kesenangan kehidupan di akhirat; kesenangan yang akan membuahkan kebahagiaan sejati yang bukan saja di akhirat kita nikmati tetapi juga di dunia telah kita rasakan kenikmatannya. Kebahagiaan yang tak lekang dimakan zaman tak habis ditelan waktu.

Di buku ini diuraikan bahaya lisan dan tercelanya sikap marah, dendam, dan dengki. Dalam bagian bahaya lisan diuraikan dua puluh bahaya yang ditimbulkan oleh aktivitas lisan, di antaranya mengatakan sesuatu yang tidak ada manfaatnya, berdusta, ghibah, namimah, dan aktivitas lainnya. Uraian ini dimaksudkan untuk menjaga lisan dari perbuatan yang merugikan dan menjerumuskan kita ke dalam kesia-sian dan kejelekan. Uraian ini sangat penting karena seringkali diabaikan, padahal di dalamnya terkandung bahaya yang besar. Menjaga lisan bisa menjadi satu jalan bagi terciptanya kebahagiaan pribadi dan masyarakat.

Pada bagian kedua diuraikan tentang tercelanya sikap marah, dendam, dan dengki. Tiga sikap yang terkadang berdiri sendiri, terkadang menyatu menjadi satu. Baik sendiri, apalagi menyatunya perbuatan ini membawa pelakunya kepada kerugian.

Paket lengkap Ihya terdiri dari 9 jilid: 1) Ilmu dan keyakinan, 2) Rahasia Ibadah, 3) Akhlak Keseharian, 4) Keajaiban Kalbu, 5) Bahaya Lisan, 6) Dunia dan Godaannya, 7) Pintu Taubat, 8) Sabar dan Syukur dan 9) Zuhud, Cinta dan Kematian.

---------------------

Imam al-Ghazali lahir di Kota Thusi sekitar per­­­­­te­­ngah­­an abad ke-5 Hijrah (450H/1058M), dan
meninggal dunia pada tahun 505H/1111M. Ulama yang dikenal sebagai hujjatul Islam ini memiliki wawasan ilmu yang luas. Puluhan kitab dengan beragam tema telah disusunnya dan menjadi rujukan umat Islam di seluruh dunia hingga saat ini. Karyanya yang paling fenomenal adalah Ihya ‘Ulumiddin.

Data
Terbit Jakarta, 2012
Penulis Imam Al-Ghazali
Penerbit Republika Penerbit
ISBN 978-602-8997-11-9
Tebal vi+270 Halaman
Sampul Hardcover
Warna Black-White

Tulis ulasan

Nama Kamu:


Ulasanmu: Catatan: HTML tidak diterjemahkan!

Rating: Buruk           Bagus

Masukkan kode verifikasi berikut:



Info

BEST SELLER

"Jika semua kitab Islam hilang, dan yang tersisa hanya Ihya 'Ulumiddin, ia dapat mencukupi semua kitab yang hilang tersebut,"
----Imam Nawawi, Ulama dan Penulis kitab Riyadush Shalihin

“Ihya ‘Ulumiddin adalah salah satu karya besar, yang diakui kebesaran pemikiran yang terkandung
di dalamnya”

----Buya Hamka, Ulama dan Penyusun Tafsir Al-Azhar

Buku ini akan menjawab ragam pertanyaan di bawah ini;

  • Sudahkah kita mengenal bahaya yang diakibatkan lisan? Jangan-jangan tanpa kita sadari ada banyak ucapan yang menjerumuskan kita kepada kebinasaan;
  • Sudahkah kita mengenali dan mengelola sikap marah? Jangan-jangan karena ketidaktahuan kita, amarah kita umbar atau sebaliknya disembunyikan;
  • Sudahkah kita menjaga kalbu kita dari sikap dengki? Jangan-jangan kalbu kita sudah dipenuhi sikap senang saat orang lain sengsara dan susah saat orang lain bahagia.

Inilah buku kelima dari sembilan jilid edisi Indonesia kitab Ihya’ ‘Ulumiddin. Sebuah kitab yang meskipun disusun puluhan tahun lalu oleh sang hujjatul Islam  tetapi masih relevan untuk dijadikan referensi di zaman sekarang. Upaya kami menghadirkan kembali mahakarya ini ke hadapan pembaca diiringi harapan, kehadiran buku ini bisa menjadi teman perjalanan dalam setiap usaha kita menggapai kesenangan kehidupan di akhirat; kesenangan yang akan membuahkan kebahagiaan sejati yang bukan saja di akhirat kita nikmati tetapi juga di dunia telah kita rasakan kenikmatannya. Kebahagiaan yang tak lekang dimakan zaman tak habis ditelan waktu.

Di buku ini diuraikan bahaya lisan dan tercelanya sikap marah, dendam, dan dengki. Dalam bagian bahaya lisan diuraikan dua puluh bahaya yang ditimbulkan oleh aktivitas lisan, di antaranya mengatakan sesuatu yang tidak ada manfaatnya, berdusta, ghibah, namimah, dan aktivitas lainnya. Uraian ini dimaksudkan untuk menjaga lisan dari perbuatan yang merugikan dan menjerumuskan kita ke dalam kesia-sian dan kejelekan. Uraian ini sangat penting karena seringkali diabaikan, padahal di dalamnya terkandung bahaya yang besar. Menjaga lisan bisa menjadi satu jalan bagi terciptanya kebahagiaan pribadi dan masyarakat.

Pada bagian kedua diuraikan tentang tercelanya sikap marah, dendam, dan dengki. Tiga sikap yang terkadang berdiri sendiri, terkadang menyatu menjadi satu. Baik sendiri, apalagi menyatunya perbuatan ini membawa pelakunya kepada kerugian.

Paket lengkap Ihya terdiri dari 9 jilid: 1) Ilmu dan keyakinan, 2) Rahasia Ibadah, 3) Akhlak Keseharian, 4) Keajaiban Kalbu, 5) Bahaya Lisan, 6) Dunia dan Godaannya, 7) Pintu Taubat, 8) Sabar dan Syukur dan 9) Zuhud, Cinta dan Kematian.

---------------------

Imam al-Ghazali lahir di Kota Thusi sekitar per­­­­­te­­ngah­­an abad ke-5 Hijrah (450H/1058M), dan
meninggal dunia pada tahun 505H/1111M. Ulama yang dikenal sebagai hujjatul Islam ini memiliki wawasan ilmu yang luas. Puluhan kitab dengan beragam tema telah disusunnya dan menjadi rujukan umat Islam di seluruh dunia hingga saat ini. Karyanya yang paling fenomenal adalah Ihya ‘Ulumiddin.

Data

Data
Terbit Jakarta, 2012
Penulis Imam Al-Ghazali
Penerbit Republika Penerbit
ISBN 978-602-8997-11-9
Tebal vi+270 Halaman
Sampul Hardcover
Warna Black-White

Ulasan (0)

Tulis ulasan

Nama Kamu:


Ulasanmu: Catatan: HTML tidak diterjemahkan!

Rating: Buruk           Bagus

Masukkan kode verifikasi berikut:



📞 Perlu Bantuan? Hubungi saja: 08777 1330 879 (WA/Telegram) / email@aphonixplaza.com atau klik Hubungi Kami 📞

Hak Cipta oleh Aphonixplaza.com © 2018
RS: CsillámVilág | Tema: Yoocart